Posted on

Sosok di Balik Lomba Antik


Dewasa ini nama Asep Saeful Muhtadi sedang merajalela dimana-mana, ia bak artis yang menjadi buah bibir di media masa. Siapa yang menyangka pria kelahiran Ciwidey ini  mendapat penghargaan sebagai dosen terbaik nasional UIN (Universitas Islam Negeri) dan STAIN (sekolah Tinggi Agama Islam) se-Indonesia yang dianugerahkan oleh Departemen Agama (Depag).

Sebagai seorang dosen dan akademisi Ia dinilai begitu berprestasi terutama dalam bidang tulis menulis dan keorganisasian. Hingga sekarang ia telah banyak menyunting dan menulis judul buku. Diantaranya, Jurnalistik Pendekatan Teori dan PraktikMetodologi Penelitian Dakwah, Dinamika Komunikasi Politik NU, dan sebagainya.

Dalam bidang organisasi ini terhitung banyak ia geluti yang kesemuanya diduduki sebagai ketua umum mulai dari OSIS sewaktu SMA, Himatika (Himpunan Mahasiswa Matematika), dan BPKM (Badan Pengurus Kegiatan Mahasiswa) terkecuali HMI (himpunan Mahasiswa Islam), dan PII (Pelajar Islam Indonesia). Kemudian tak ketinggalan dengan itu Ia pun pernah menghinggapi dunia politik lewat PPP (Partai Persatuan Pembangunan). Hingga yang paling “prestisius” ia pernah menjabat sebagai ketua RW di lingkungannya.

Pada bidang pendidikan ia tergolong yang sukses, betapa tidak! Seorang yang pada mulanya bersekolah di SDN Pameungpeuk, Banjaran, Bandung yang kemudian nyantri di Pondok Pesantren Pembangunan Sumur Bandung (P3SB) itu pernah merasakan Pendidikan di Negeri “Paman Sam” tepatnya di University of Wisconsin, Madison dengan mengambil studi tentang Kawasan Asia Selatan.

Asep Samuh Dalang M2KQ

Namanya yang kentara ini utamanya telah dikenal dikalangan para cendikiawan muslim khususnya Jawa Barat, terutama setelah sebelumnya Asep berhasil “menelurkan” M2KQ (Musabaqah Menulis Kandungan Alquran) menjadi salah satu bidang lomba pada MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran).

Kemudian gara-gara itulah sosok yang lebih dikenal sebagai Asep Samuh ini, kini tengah disibukan dengan rutinitasnya  yang lain, selain sebagai dosen Komunikasi di UIN SGD (Sunan Gunung Djati) Bandung juga sebagai Ketua Dewan Hakim M2KQ.

Sebagai Sang Founding Fathernya M2KQ, pria kelahiran 19 Juni 1961 ini menyeru, “M2KQ adalah sebagai perangsang masyarakat untuk menulis”. Begitulah kiranya cita-cita yang ingin ia wujudkan demi menghidupkan masyrakat yang dulu selalu membudayakan cara tutur dengan cara yang lebih abadi, yakni dengan menulis.

Sebelum M2KQ ini berbuah dari Asep, ia terlebih dulu berkeinginan untuk melakukan sebuah revolusi informasi. Maka layaknya seorang saintis ia pun mengadakan uji coba. Ia, melalui fasilitasi Pemerintah Provisi Jawa Barat pernah melakukan pelatihan dan penyediaan fasilitas informasi bagi remaja masjid se-Jawa Barat. Tapi usahanya itupun kandas, hanya bertahan dua tahun.

Barulah setelah itu, Asep sang dosen yang senantiasa berpenampilan nyentrik ini kemudian mulai mengalihkan pandangannya pada bidang yang dianggapnya sangat strategis. Bahtera yang kemudian ia naiki itu ialah M2KQ.

Mula-mula pada April 2003 M2KQ ini hanya menjadi keluarga baru bagi MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat, tepatnya ketika MTQ ke-24 di Tasikmalaya. Tapi kemudian setelah lima tahun yakni terhitung sejak MTQ tahun 2008 di Banten ,M2KQ naik kelas menjadi tingkat Nasional.

Maka dengan begitu, setelah M2KQ terlahir seolah ini menjadi masa Renaissance (Babak Baru) bagi dunia MTQ secara keseluruhan. Dengan begitu Asep pun memberikan visi “Diharapkan M2KQ dapat membawa perubahan kualitas utamanya di bidang menulis bagi para pemuda”.

Memang, kemudian dengan ini terlihat jelas menurut Asep penulis-penulis buku mulai bergairah karena M2KQ. Dari sudut lain penulis-penulis tersebut kemudian bertujuan untuk merintis sebuah langkah sebagai materi dakwah. Melalui M2KQ inilah kemudian materi dakwah itu disosialisasikan terhadap khalayak umum. Sehingga diharapkan pemahaman yang benar akan terjalin.

M2KQ lomba paling antik

Ada yang unik dari lomba menulis ini. Apabila biasanya dalam perlombaan menulis umunya orang menggunakan media seperti komputer dan laptop atau bahkan tulisan, M2KQ mengkhaskan dirinya dengan menggunakan mesin tik.

Mesin tik? Apa tak salah?  Mungkin pertanyaaan seperti itulah yang kebanyakan timbul di benak kita. Tapi itulah nyatanya yang ada pada lapangan. Perlombaan ini seperti melestarikan kembali budaya mesin tik era 1960-1970an, yang ketika itu begitu ramai dipergunakan.

Setelah ditelusuri, ide Asep agar menggunakan mesin tik ini ternyata didasari untuk menjaga sisi ke orisinalitasan sebuah karya yang dihasilkan, karena khawatir bila menggunakan teknologi yang tinggi seperti laptop akan lebih memudahkan praktik kecurangan.

Selain itu dalam praktiknya lomba ini mengalami tiga tahap, yang pertama babak kualisifikasi, babak semi final, dan babak final. Di babak final inilah kemudian mengalami perbedaan, yakni peserta lomba tidak disuruh kembali untuk membuat sebuah karya tulis tapi di babak ke tiga ini ia akan diwajibkan untuk mempresentasikan makalahnya kepada dewan hakim.

Waktu yang dialokasikan untuk kegiatan perlombaan pada penyisihan adalah sembilan jam sedangkan semifinal adalah delapan jam. Itulah sedikit gambaran teknisnya.

Lebih lanjut mengenai M2KQ, Ayah yang mempunyai tiga orang anak ini sepertinya sedang mencoba untuk mengabdi secara lebih abadi. Karena dengan karya tulisan orang tak pernah mati, ia akan selalu hidup di masyarakat. Kiranya itulah yang menjadi tujuan sentral bagi Asep Samuh untuk menggugah kultur dari masyarkat kita yang senantiasa kurang dalam budaya menulis dan membaca terutama dalam ranah yang Islami (dakwah). Sehingga dengan begitu dapat terjadi komunikasi dakwah yang lebih efisien dan efektif bagi umat Islam seluruhnya. (Indra-GN)

About indark007

Indark007 adalah seorang mahasiswa di salah satu Universitas Islam Negeri di Bandung yang mengambil jurusan Jurnalistik sebagai konsentrasinya.... Blog ini hanyalah sebagai media sharing tentang pengetahuan dan kehidupan dari Indark007.. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s