Posted on

Penyebab Longsor Ciwidey


(sumber gambar diambil dari tvone.co.id)

Jawa Barat adalah sebuah provinsi yang memiliki banyak sekali gunung-gunung yang indah dan mempesona, tapi apa mau dikata gunung indah itu kini mulai meronta meminta pertanggung jawaban. Musibah, seperti banjir dan longsor kian banyak terjadi di musim penghujan ini. Belum hilang masalah banjir di Cieunteung, kini lihatlah apa yang baru saja terjadi di Kampung Dewata, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung. Terhitung 17 orang, meninggal 60 orang lainnya hilang tertimbun dan ratusan orang terpaksa mengungsi dari kampungnya.. Itu merupakan sebuah bukti yang nyata bahwa alam pegunungan kita ini sedang sakit.

Longsor yang yang menyapu rata kawasan Desa itu merupakan hasil dari akumulasi debit air yang terkandung dalam lereng-lereng gunung yang tidak bisa meresap lebih dalam karena, tertahan batuan kubah andesit yang kedap air. Air tersebut kemudian terus menekan butiran-butiran tanah penutup lereng (tanah lempung pasir) dan akhirnya dapat memicu dorongan pada tumpukan tanah tersebut untuk tegelincir (longsor) ke bawah . Longsor ini kemudian diikuti oleh aliran lumpur yang cepat tergantung pada tingkat kecuraman gunung.

Sebenarnya suatu longsor dapat terpicu oleh dua kategori hujan, yakni oleh tipe hujan yang deras lagi lebat (50 mm sampai dengan 75 mm perhari) dan tipe hujan normal namun berlangsung lama. Dalam kasus ini Kampung Dewata telah diguyur hujan selama kurang lebih 9 jam dari pukul 15.00 WIB s/d pukul 23.00 WIB, karena diguyur oleh hujan secara terus menerus tadi mengakibatkan meningkatnya debit dan volume air yang terkandung serta membuatnya jenuh air. Sehingga akibatnya air dalam lereng gunung Waringin ini semakin menekan dan mendorong butiran-butiran tanah yang tersusun oleh tanah gembur untuk menciptakan longsor.

Karena tanah Gunung Waringin ini mempunyai struktur tanah yang cukup gembur, maka tanah memiliki sifat sangat lolos air yang akibatnya menjadikan tanah ini cukup rawan longsor. Semakin gembur tanah lempung itu maka semakin mudah tanah meloloskan air dan semakin cepat ia meresap kedalam tanah. Semakin tumpukan tanah itu tebal maka semakin besar pula volume masa tanah yang longsor.

Tanah yang telah longsor ini pun haruslah di waspdai, kemungkinan terjadinya longsor susulan bisa saja terjadi karena setelah longsor akan terlihat rembesan air yang keluar dari lereng. Itu berarti, air masih bekerja menekan lereng gunung untuk kemudian menggelincirkan kembali tanah yang diresapinya.

Daerah yang rawan longsor umunya terjadi pada sepanjang lereng Gunung Api, terutama di bagian lembah. Daerah-daerah di Jabar yang dinilai cukup rawan bencana longsor adalah  terutama berada di Puncak, Tasikmalaya, Padalarang, Sukabumi, Cianjur dan Sumedang.

Oleh karena itu, sangat diperlukan bagi warga-warga sekitarnya untuk dapat mengenali lereng-lereng yang kemungkinan dapat mengakibatkan bencana, agar lebih siap dalam melakukan antisipasi secara dini Salah satu caranya adalah dengan menjaga lereng-lereng rawan tersebut untuk tidak jenuh air. Yakni tentu saja dengan menambah pepohonan di daerah-daerah yang rawan tersebut.



About indark007

Indark007 adalah seorang mahasiswa di salah satu Universitas Islam Negeri di Bandung yang mengambil jurusan Jurnalistik sebagai konsentrasinya.... Blog ini hanyalah sebagai media sharing tentang pengetahuan dan kehidupan dari Indark007.. ^^

2 responses to “Penyebab Longsor Ciwidey

  1. jovita ⋅

    kk ini terjadi pada tanggal berapa ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s